Jakarta, BP3MI DKI Jakarta (8/9)
— Peluang bekerja di Taiwan kembali terbuka bagi calon Pekerja Migran Indonesia
(PMI). Sebanyak 14 kandidat mengikuti proses seleksi untuk bekerja pada pemberi
kerja Tong Yang melalui Special Placement Program to Taiwan (SP2T).
Seleksi yang berlangsung di BP3MI DKI Jakarta pada Selasa (8/9/2026) tersebut
menjadi salah satu tahapan penting untuk memastikan kandidat yang terpilih
memiliki kesiapan dan kompetensi sesuai dengan kebutuhan pemberi kerja.
Proses seleksi turut difasilitasi
oleh Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei serta Direktorat
Penempatan Nonpemerintah pada Pemberi Kerja Berbadan Hukum. Kolaborasi tersebut
menjadi bagian dari upaya memperkuat proses penempatan pekerja migran indonesia
agar berlangsung secara terarah, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang
berlaku.
Berbeda dari sekadar proses
administratif, para kandidat harus melewati beberapa tahapan untuk mengukur
kesiapan mereka secara menyeluruh. Rangkaian seleksi mencakup Tes Fisik, Tes
Kemampuan Dasar, Tes Kepribadian, dan Tes Wawancara. Melalui tahapan tersebut,
kemampuan, karakter, serta kesiapan kandidat dinilai untuk melihat
kesesuaiannya dengan kebutuhan pekerjaan yang ditawarkan.
Kepala BP3MI DKI Jakarta, Kombes
Pol. Dr. Arman Muis, S.H., S.I.K., M.M., M.H., menyampaikan bahwa proses
seleksi memiliki peran penting dalam membangun penempatan pekerja migran indonesia
yang berkualitas.
“Penempatan Pekerja Migran
Indonesia bukan hanya tentang bagaimana mereka dapat bekerja di luar negeri,
tetapi juga bagaimana memastikan mereka berangkat dengan kesiapan yang memadai.
Karena itu, proses seleksi seperti ini penting untuk mempertemukan kandidat
yang memiliki kompetensi dengan kebutuhan pemberi kerja,” ujar Dr. Arman Muis.
Setelah menyelesaikan seluruh
tahapan seleksi, para kandidat kemudian menjalani perekaman biometrik dan sidik
jari sebagai bagian dari proses administrasi penempatan. Tahapan tersebut
menjadi kelanjutan dari proses seleksi sekaligus mendukung kelengkapan data
kandidat dalam rangkaian penempatan ke Taiwan.
Seluruh proses seleksi dan
perekaman biometrik berlangsung dengan lancar dan tertib. Para kandidat
mengikuti setiap tahapan sesuai arahan hingga seluruh rangkaian dapat
diselesaikan.
Melalui fasilitasi ini, BP3MI DKI
Jakarta terus mengambil peran dalam mendukung proses penempatan pekerja migran
indonesia yang aman, tertib, dan sesuai prosedur. Kehadiran proses seleksi yang
terukur diharapkan dapat menghasilkan pekerja migran indonesia yang tidak hanya
memenuhi persyaratan pemberi kerja, tetapi juga memiliki kesiapan untuk
menjalankan pekerjaannya di Taiwan secara profesional.