• DKI Jakarta
  • +62811-9900-048
  • bp3mi.dkijakarta@kp2mi.go.id
  • BP3MI Jakarta
  • Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia – Jakarta

Berita

img BP3MI DKI
24-Sep-2026 14:26:18

Program SMK Go Global, BP3MI DKI Jakarta dan BDI Jakarta Buka Pelatihan Barista dan Bahasa Inggris

Jakarta, BP3MI DKI Jakarta (24/9)—Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) melalui Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) DKI Jakarta bersama Balai Diklat Industri (BDI) Jakarta membuka Pelatihan dan Sertifikasi Teknis Pengolahan Kopi (Barista) dan Bahasa Inggris dalam Program SMK Go Global, Kamis (24/9/2026) di Aula Balai Diklat Industri (BDI) Jakarta. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas dan kompetensi Calon Pekerja Migran Indonesia sebagai bekal untuk menghadapi peluang kerja di luar negeri.

Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala Balai Diklat Industri Jakarta, Ali Khomaini, yang memberikan arahan kepada para peserta agar mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan sungguh-sungguh dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan keterampilan serta memperluas relasi.

“Peserta diharapkan mengikuti pelatihan Barista dan Bahasa Inggris dengan sungguh-sungguh, menyerap ilmu yang diberikan, serta membangun relasi pertemanan selama mengikuti pelatihan. Pelatihan akan dilaksanakan kurang lebih 40 hari dan dilanjutkan dengan kegiatan sertifikasi selama empat hari,” ujar Ali Khomaini.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan secara resmi oleh Kepala BP3MI DKI Jakarta, Dr. Arman Muis, S.H., S.I.K., M.M., M.H. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Direktif Presiden SMK Go Global yang menjadi salah satu upaya untuk mempersiapkan generasi muda dengan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja luar negeri.

“Peserta diharapkan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan serius dan fokus. Pelatihan ini bukan hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga membekali peserta dengan kemampuan Bahasa Inggris yang dibutuhkan sebagai persiapan untuk bekerja di luar negeri,” ujar Arman.

Arman menambahkan bahwa Pelatihan dan Sertifikasi Teknis Pengolahan Kopi (Barista) dan Bahasa Inggris juga merupakan bagian dari upaya pelindungan sebelum bekerja. Melalui peningkatan kapasitas dan kompetensi, Calon Pekerja Migran Indonesia diharapkan memiliki kesiapan yang lebih baik sebelum memasuki dunia kerja di luar negeri.

“Pelindungan sebelum bekerja perlu dimulai dari kesiapan kompetensi. Karena itu, manfaatkan pelatihan ini sebaik mungkin, baik keterampilan teknis maupun kemampuan Bahasa Inggris, sebagai bekal untuk bekerja secara profesional di luar negeri,” lanjutnya.

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan training kit secara simbolis kepada perwakilan peserta dan sesi foto bersama. Selanjutnya, peserta mengikuti Info Sesi yang memberikan pembekalan mengenai berbagai aspek yang perlu dipahami sebelum bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia.

Sesi tersebut diawali dengan pemaparan oleh Dini Marhani, Pengantar Kerja Ahli Muda dari Direktorat Penempatan Nonpemerintah pada Pemberi Kerja Perseorangan, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI). Dalam pemaparannya, Dini menjelaskan sejumlah informasi penting yang perlu diketahui peserta, mulai dari pengertian dasar Pekerja Migran Indonesia, pentingnya pelatihan bagi Calon Pekerja Migran Indonesia, keuntungan dan tantangan bekerja di luar negeri, hingga persyaratan serta dokumen yang wajib dipenuhi.

“Calon Pekerja Migran Indonesia perlu memahami proses bekerja di luar negeri sejak awal, termasuk persyaratan dan dokumen yang harus disiapkan, skema penempatan, Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, biaya penempatan, serta akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat,” jelas Dini Marhani.

Pembekalan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian informasi dari PT Allqurny Bagas Pratama, PT Binawan Inti Utama, dan PT Al Wihdah Jaya Sentosa. Ketiga perusahaan tersebut memberikan gambaran kepada peserta mengenai jabatan yang tersedia, negara penempatan, proses rekrutmen, penghasilan, serta fasilitas yang akan diterima Pekerja Migran Indonesia dari pemberi kerja.

Melalui kolaborasi antara Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia melalui BP3MI DKI Jakarta, Balai Diklat Industri Jakarta, serta mitra penempatan, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan bekal yang lebih komprehensif kepada peserta. Tidak hanya keterampilan teknis dan kemampuan Bahasa Inggris, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai proses penempatan, hak dan kewajiban, serta gambaran dunia kerja di luar negeri.

Rangkaian pelatihan selama kurang lebih 40 hari dan sertifikasi selama empat hari tersebut diharapkan menjadi bagian dari proses mempersiapkan Calon Pekerja Migran Indonesia yang kompeten, siap kerja, dan memahami pentingnya mengikuti proses penempatan secara resmi sesuai ketentuan yang berlaku.

 

logo
  • DKI Jakarta
  • +62811-9900-048
  • bp3mi.dkijakarta@kp2mi.go.id