Jakarta, BP3MI DKI Jakarta
(24/9)—Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) melalui
Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) DKI Jakarta
bersama Balai Diklat Industri (BDI) Jakarta membuka Pelatihan dan Sertifikasi
Teknis Pengolahan Kopi (Barista) dan Bahasa Inggris dalam Program SMK Go
Global, Kamis (24/9/2026) di Aula Balai Diklat Industri (BDI) Jakarta. Kegiatan
ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas dan kompetensi Calon
Pekerja Migran Indonesia sebagai bekal untuk menghadapi peluang kerja di luar
negeri.
Kegiatan diawali dengan sambutan
Kepala Balai Diklat Industri Jakarta, Ali Khomaini, yang memberikan arahan
kepada para peserta agar mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan
sungguh-sungguh dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan
keterampilan serta memperluas relasi.
“Peserta diharapkan mengikuti
pelatihan Barista dan Bahasa Inggris dengan sungguh-sungguh, menyerap ilmu yang
diberikan, serta membangun relasi pertemanan selama mengikuti pelatihan.
Pelatihan akan dilaksanakan kurang lebih 40 hari dan dilanjutkan dengan
kegiatan sertifikasi selama empat hari,” ujar Ali Khomaini.
Kegiatan kemudian dilanjutkan
dengan sambutan sekaligus pembukaan secara resmi oleh Kepala BP3MI DKI Jakarta,
Dr. Arman Muis, S.H., S.I.K., M.M., M.H. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan
bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Direktif Presiden SMK Go
Global yang menjadi salah satu upaya untuk mempersiapkan generasi muda dengan
keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja luar negeri.
“Peserta diharapkan mengikuti
seluruh rangkaian kegiatan dengan serius dan fokus. Pelatihan ini bukan hanya
memberikan keterampilan teknis, tetapi juga membekali peserta dengan kemampuan
Bahasa Inggris yang dibutuhkan sebagai persiapan untuk bekerja di luar negeri,”
ujar Arman.
Arman menambahkan bahwa Pelatihan
dan Sertifikasi Teknis Pengolahan Kopi (Barista) dan Bahasa Inggris juga
merupakan bagian dari upaya pelindungan sebelum bekerja. Melalui peningkatan
kapasitas dan kompetensi, Calon Pekerja Migran Indonesia diharapkan memiliki
kesiapan yang lebih baik sebelum memasuki dunia kerja di luar negeri.
“Pelindungan sebelum bekerja
perlu dimulai dari kesiapan kompetensi. Karena itu, manfaatkan pelatihan ini
sebaik mungkin, baik keterampilan teknis maupun kemampuan Bahasa Inggris,
sebagai bekal untuk bekerja secara profesional di luar negeri,” lanjutnya.
Usai pembukaan, kegiatan
dilanjutkan dengan penyerahan training kit secara simbolis kepada perwakilan
peserta dan sesi foto bersama. Selanjutnya, peserta mengikuti Info Sesi yang
memberikan pembekalan mengenai berbagai aspek yang perlu dipahami sebelum
bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia.
Sesi tersebut diawali dengan
pemaparan oleh Dini Marhani, Pengantar Kerja Ahli Muda dari Direktorat
Penempatan Nonpemerintah pada Pemberi Kerja Perseorangan, Kementerian
Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI). Dalam pemaparannya, Dini
menjelaskan sejumlah informasi penting yang perlu diketahui peserta, mulai dari
pengertian dasar Pekerja Migran Indonesia, pentingnya pelatihan bagi Calon
Pekerja Migran Indonesia, keuntungan dan tantangan bekerja di luar negeri,
hingga persyaratan serta dokumen yang wajib dipenuhi.
“Calon Pekerja Migran Indonesia
perlu memahami proses bekerja di luar negeri sejak awal, termasuk persyaratan
dan dokumen yang harus disiapkan, skema penempatan, Sistem Komputerisasi
Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, biaya penempatan, serta akses pembiayaan
melalui Kredit Usaha Rakyat,” jelas Dini Marhani.
Pembekalan kemudian dilanjutkan
dengan penyampaian informasi dari PT Allqurny Bagas Pratama, PT Binawan Inti
Utama, dan PT Al Wihdah Jaya Sentosa. Ketiga perusahaan tersebut memberikan
gambaran kepada peserta mengenai jabatan yang tersedia, negara penempatan,
proses rekrutmen, penghasilan, serta fasilitas yang akan diterima Pekerja
Migran Indonesia dari pemberi kerja.
Melalui kolaborasi antara
Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia melalui BP3MI DKI Jakarta,
Balai Diklat Industri Jakarta, serta mitra penempatan, kegiatan ini diharapkan
dapat memberikan bekal yang lebih komprehensif kepada peserta. Tidak hanya
keterampilan teknis dan kemampuan Bahasa Inggris, peserta juga memperoleh
pemahaman mengenai proses penempatan, hak dan kewajiban, serta gambaran dunia
kerja di luar negeri.
Rangkaian pelatihan selama kurang
lebih 40 hari dan sertifikasi selama empat hari tersebut diharapkan menjadi
bagian dari proses mempersiapkan Calon Pekerja Migran Indonesia yang kompeten,
siap kerja, dan memahami pentingnya mengikuti proses penempatan secara resmi
sesuai ketentuan yang berlaku.