Jakarta, BP3MI DKI Jakarta (8/9)
- Sebanyak 7 Calon Pekerja Migran Indonesia difasilitasi oleh BP3MI DKI Jakarta
dalam proses pengantaran menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta untuk
diberangkatkan ke Taiwan melalui Special Placement Program to Taiwan
(SP2T) pada hari Selasa (8/9/2026). Proses pengantaran yang dimulai dari BP3MI
DKI Jakarta ini merupakan bagian dari pelayanan untuk memastikan para calon
pekerja berangkat dengan persiapan yang matang, aman, dan sesuai prosedur.
Pendampingan dilakukan sejak
persiapan keberangkatan hingga para Calon Pekerja Migran Indonesia tiba di
bandara. Tim BP3MI DKI Jakarta turut memastikan kelengkapan dokumen perjalanan
dan dokumen penempatan telah sesuai dengan ketentuan, sehingga proses keberangkatan
dapat berlangsung tanpa kendala administratif.
Menjelang keberangkatan, Kepala
BP3MI DKI Jakarta, Kombes Pol. Dr. Arman Muis, S.H., S.I.K., M.M., M.H.,
memberikan arahan sekaligus motivasi kepada para Calon Pekerja Migran
Indonesia. Ia mengingatkan pentingnya menjaga sikap dan kedisiplinan selama
berada di negara penempatan.
“Saya berpesan kepada seluruh
Calon Pekerja Migran Indonesia untuk selalu menjaga disiplin, mematuhi
peraturan perundang-undangan serta ketentuan yang berlaku di Taiwan. Bekerjalah
secara profesional sesuai dengan perjanjian kerja yang telah ditandatangani,
serta tetap menjaga etika dan nama baik bangsa Indonesia,” ujar Dr. Arman Muis.
“Selain itu, tetap semangat dan
siapkan mental yang tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan selama bekerja
di luar negeri. Ingat bahwa tujuan utama bekerja adalah untuk meningkatkan
kesejahteraan diri dan keluarga. Manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya
dan tetap jaga diri selama berada di negara penempatan,” lanjutnya.
Setelah seluruh persiapan
dipastikan, ketujuh Calon Pekerja Migran Indonesia diberangkatkan menuju Taiwan
sesuai jadwal melalui Special Placement Program to Taiwan (SP2T). Proses
pengantaran berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.
Fasilitasi tersebut menjadi wujud
komitmen BP3MI DKI Jakarta dalam memberikan pelayanan dan pelindungan kepada
Calon Pekerja Migran Indonesia sejak sebelum keberangkatan. Dengan pendampingan
yang dilakukan secara menyeluruh, diharapkan para calon pekerja dapat berangkat
dengan kesiapan yang baik dan menjalankan pekerjaan secara profesional di
negara tujuan.