Jakarta, BP3MI DKI Jakarta
(27/8) – Sebagai bagian dari Kementerian Pelindungan Pekerja Migran
Indonesia (KP2MI), Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI)
DKI Jakarta terus memperkuat pelaksanaan kebijakan dan program pelindungan
serta peningkatan kapasitas Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) di daerah.
Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi Program Promosi dan Pemanfaatan
Peluang Kerja Luar Negeri yang dilaksanakan bersama Direktorat Jenderal Promosi
dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri (P3KLN) KP2MI pada Kamis (27/8/26) di
Graha Kosgoro 1957, Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Kegiatan ini merupakan bagian
dari upaya KP2MI dalam memperkuat kesiapan dan kompetensi calon pekerja migran
indonesia agar mampu memanfaatkan peluang kerja luar negeri secara aman,
optimal, dan sesuai kebutuhan pasar kerja internasional. Pelaksanaan kegiatan
juga melibatkan pemerintah daerah, institusi pendidikan, lembaga pelatihan
vokasi, serta berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung Program Direktif
Presiden SMK Go Global.
Kegiatan dibuka oleh KBP Dr.
Arman Muis, S.H., S.I.K., M.M., M.H., selaku Kepala BP3MI DKI Jakarta.
Dalam pemaparannya, Arman menekankan peran BP3MI DKI Jakarta dalam
mengimplementasikan program dan kebijakan KP2MI di daerah, khususnya dalam
memberikan pelayanan, informasi, serta pelindungan kepada calon pekerja migran indonesia
dan pekerja migran indonesia. BP3MI juga menjadi bagian penting dalam
memperkenalkan peluang kerja luar negeri sekaligus memastikan masyarakat
memperoleh informasi mengenai prosedur penempatan yang aman.
Kegiatan ini melibatkan berbagai
pemangku kepentingan, antara lain Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta dan
Suku Dinas Pendidikan, Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Provinsi
DKI Jakarta beserta Suku Dinas, jajaran Institut Bisnis dan Informatika Kosgoro
1957 (IBI-K57), Forum Lembaga Pelatihan Vokasi Indonesia, Bursa Kerja Khusus
(BKK) SMK, tokoh masyarakat dan kewilayahan, serta lembaga dan mitra terkait
lainnya.
Dalam rangkaian kegiatan juga
dilaksanakan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara BP3MI DKI Jakarta
dan IBI-K57 sebagai tindak lanjut kolaborasi dalam mendukung peningkatan
kapasitas calon pekerja migran indonesia melalui penguatan kompetensi dan
kesiapan menghadapi kebutuhan pasar kerja luar negeri.
Sosialisasi dilanjutkan dengan
pemaparan materi oleh Ibu Sri Andayani, S.P., M.M., selaku Sekretaris
Direktorat Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri (P3KLN)
KP2MI. Dalam pemaparannya, Sri menjelaskan bahwa Program Direktif Presiden SMK
Go Global merupakan kolaborasi lintas kementerian, termasuk dengan
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui program 3+1. Saat ini
terdapat 114 SMK yang ditetapkan sebagai SMK unggulan untuk kebekerjaan ke
luar negeri atau Center of Excellence (COE).
“Program SMK Go Global tidak
hanya dilaksanakan oleh KP2MI, tetapi juga melibatkan Kemendikdasmen. Untuk
siswa yang masih bersekolah telah disiapkan program 3+1, sementara KP2MI
berperan dalam menyiapkan akses dan peningkatan kapasitas untuk memasuki dunia
kerja luar negeri,” jelas Sri
Andayani.
Sri juga menyampaikan bahwa
Program SMK Go Global mencakup pelatihan bahasa yang akan terus
dikembangkan hingga 2029, serta penyiapan testimoni pekerja migran indonesia
sebagai bagian dari penguatan informasi dan pengalaman bagi calon pekerja
migran.
Dalam aspek penempatan dan
pembiayaan, pemerintah juga terus menyiapkan dukungan bagi calon pekerja
migran. Paket pelatihan telah disiapkan pemerintah, sementara untuk pembiayaan
pemberangkatan tersedia fasilitas KUR Pekerja Migran Indonesia yang
diinisiasi pemerintah dengan bunga sebesar 6 persen per tahun. Aspek
pelindungan juga menjadi perhatian, termasuk jaminan sosial yang merupakan
salah satu persyaratan penempatan sebagaimana diatur dalam UU Nomor 18 Tahun
2017.
Sri turut mengingatkan masyarakat
agar berhati-hati terhadap tawaran kerja luar negeri, khususnya melalui media
sosial yang menawarkan proses mudah dan persyaratan tidak jelas. Masyarakat
diimbau memastikan informasi dan proses penempatan dilakukan melalui jalur
resmi untuk menghindari risiko eksploitasi dan Tindak Pidana Perdagangan Orang
(TPPO).
Melalui kegiatan ini, KP2MI
melalui BP3MI DKI Jakarta terus mendorong sinergi dengan pemerintah daerah,
institusi pendidikan, dan lembaga pelatihan vokasi dalam menyiapkan calon
pekerja migran indonesia yang kompeten, berdaya saing, dan siap menghadapi
kebutuhan pasar kerja global. Upaya tersebut sekaligus mendukung terwujudnya
Program SMK Go Global melalui jalur kerja luar negeri yang aman, prosedural,
dan terlindungi.