Depok, BP3MI DKI Jakarta
(27/7) – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) DKI
Jakarta melaksanakan Rapat Koordinasi Program Peningkatan Kapasitas Calon
Pekerja Migran Indonesia (CPMI) bersama Lembaga Vokasi Universitas Indonesia di
Kampus Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia, Depok, pada Senin (27/7/2026).
Rapat koordinasi dihadiri oleh
Tim BP3MI DKI Jakarta dan Tim Lembaga Vokasi Universitas Indonesia sebagai
langkah awal memperkuat sinergi dalam penyelenggaraan program peningkatan
kapasitas Calon Pekerja Migran Indonesia guna mendukung Program SMK Go Global
Tahun 2026.
Agenda diawali dengan pemaparan
program pelatihan dari Lembaga Vokasi Universitas Indonesia, kemudian
dilanjutkan dengan pemaparan BP3MI DKI Jakarta mengenai Penetapan Kuota dan
Jenis Program Pelatihan dan Sertifikasi dalam rangka peningkatan kapasitas calon
pekerja migran Indonesia sesuai kebutuhan pasar kerja internasional.
Dalam diskusi, kedua belah pihak
membahas skema kolaborasi yang akan melibatkan Perusahaan Penempatan Pekerja
Migran Indonesia (P3MI) sebagai penyedia job order dan pelaksana
penempatan, BP3MI DKI Jakarta sebagai fasilitator penyelenggaraan pelatihan,
serta Lembaga Vokasi Universitas Indonesia sebagai penyelenggara pelatihan yang
menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan negara tujuan penempatan.
Pengantar Kerja Ahli Madya BP3MI
DKI Jakarta, Adhitya Himawan, menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah
strategis dalam meningkatkan kualitas dan daya saing calon pekerja migran
Indonesia sebelum memasuki pasar kerja internasional.
"Melalui kolaborasi ini,
BP3MI DKI Jakarta berupaya memastikan setiap calon pekerja migran Indonesia
memperoleh pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja internasional.
Sinergi dengan Lembaga Vokasi Universitas Indonesia diharapkan mampu menghasilkan
sumber daya manusia yang kompeten, tersertifikasi, dan siap bersaing di negara
penempatan sesuai kebutuhan industri."
Program peningkatan kapasitas
tersebut direncanakan berlangsung pada Agustus hingga Desember 2026 dengan
target seluruh pelatihan selesai paling lambat pada 9 Desember 2026. Kurikulum
pelatihan akan disusun berdasarkan kebutuhan jabatan dan negara tujuan,
meliputi pelatihan teknis, pelatihan bahasa, penguatan soft skills,
simulasi wawancara kerja, serta pengenalan budaya kerja negara tujuan.
Lembaga Vokasi Universitas
Indonesia juga telah memiliki modul pembelajaran, metode evaluasi, dan simulasi
praktik yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan program. Selain itu,
sertifikasi kompetensi akan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan pelatihan
dengan jenis sertifikasi yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna serta
standar yang berlaku.
Jumlah jam pelajaran nantinya
akan ditentukan berdasarkan kompetensi awal peserta dan kebutuhan jabatan
sehingga pelaksanaan dapat berupa pelatihan penuh maupun program peningkatan
kompetensi (upskilling). Sebagai dasar penyusunan anggaran, BP3MI DKI
Jakarta juga memerlukan estimasi biaya pelatihan yang akan dituangkan dalam
proposal teknis beserta rincian biaya oleh Lembaga Vokasi Universitas
Indonesia.
Pada tahap awal, program
diproyeksikan mencakup berbagai sektor pekerjaan, salah satunya sektor hospitality,
dengan target sekitar 380 peserta yang akan disesuaikan dengan kebutuhan job
order dari perusahaan penempatan.
Sebagai tindak lanjut, Lembaga
Vokasi Universitas Indonesia akan menyusun proposal teknis dan rincian biaya
pelatihan, sementara BP3MI DKI Jakarta bersama Lembaga Vokasi UI dan P3MI akan
melaksanakan pembahasan lanjutan mengenai kurikulum, jumlah jam pelajaran,
sertifikasi, serta anggaran. Selain itu, kedua institusi juga akan menyusun
Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai dasar pelaksanaan Program Peningkatan
Kapasitas Calon Pekerja Migran Indonesia yang direncanakan mulai berjalan pada
Agustus 2026.