Jakarta, BP3MI DKI Jakarta
(13/7/2026) – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI)
DKI Jakarta menggelar Rapat Koordinasi Program Peningkatan Kapasitas Calon
Pekerja Migran Indonesia (CPMI)/Pekerja Migran Indonesia (PMI) SMK Go Global pada
Senin (13/7/2026) di Aula Balai Diklat Industri (BDI) Jakarta. Kegiatan ini
bertujuan memperkuat sinergi antarinstansi dalam menyukseskan Program SMK Go
Global melalui peningkatan kapasitas lulusan SMK agar siap bekerja sebagai
pekerja migran Indonesia sesuai kebutuhan pasar kerja luar negeri.
Rapat dihadiri oleh Kepala BP3MI
DKI Jakarta, Kepala BDI Jakarta, serta 38 Direktur Utama dan perwakilan
Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI). Kegiatan dibuka oleh
Pengantar Kerja Ahli Madya BP3MI DKI Jakarta, Adhitya Himawan.
Pada kesempatan tersebut, Kepala
BP3MI DKI Jakarta, Dr. Arman Muis, S.H., S.I.K., M.M., M.H., menyampaikan bahwa
Program Peningkatan Kapasitas Calon Pekerja Migran Indonesia merupakan program
prioritas nasional yang menjadi arahan langsung Presiden Republik Indonesia.
DKI Jakarta memperoleh alokasi sekitar 2.760 peserta yang pembiayaannya
bersumber dari APBN melalui KP2MI/BP2MI.
"Program Peningkatan
Kapasitas Calon Pekerja Migran Indonesia merupakan program prioritas nasional
yang mendapat arahan langsung dari Presiden Republik Indonesia. Di wilayah DKI
Jakarta, kami memperoleh alokasi sekitar 2.760 peserta yang seluruh pembiayaannya
berasal dari APBN melalui KP2MI/BP2MI. Oleh karena itu, pelaksanaannya harus
dilakukan secara transparan, akuntabel, serta didukung komitmen seluruh pihak
agar peserta benar-benar siap hingga proses penempatan," ujar Dr. Arman
Muis.
Sementara itu, Kepala Balai
Diklat Industri (BDI) Jakarta, Ali Khomaini, menegaskan komitmen BDI Jakarta
dalam mendukung Program SMK Go Global melalui penyediaan pelatihan dan
sertifikasi kompetensi bagi calon pekerja migran Indonesia.
"BDI Jakarta siap mendukung
Program SMK Go Global melalui penyediaan pelatihan, sertifikasi kompetensi,
serta fasilitas yang kami miliki. Kami juga siap berkolaborasi dengan BP3MI DKI
Jakarta dan P3MI dalam menyusun kurikulum pelatihan yang disesuaikan dengan
kebutuhan pasar kerja luar negeri, sehingga lulusan SMK yang dipersiapkan
benar-benar memiliki kompetensi yang dibutuhkan oleh pengguna di negara
tujuan," ujar Ali Khomaini
Dalam sesi diskusi, seluruh
peserta menegaskan pentingnya kolaborasi antara BP3MI, BDI, P3MI, dan lembaga
pelatihan untuk menyelaraskan kebutuhan tenaga kerja dengan kurikulum
pelatihan, memperkuat komitmen peserta hingga penempatan, serta mengoptimalkan
komunikasi guna mendukung percepatan Program SMK Go Global.
Menutup kegiatan, Dr. Arman Muis
mengapresiasi dukungan seluruh pihak dan menegaskan bahwa sinergi antarlembaga
menjadi kunci dalam mencetak pekerja migran Indonesia yang kompeten dan
terlindungi sejak sebelum penempatan hingga kembali ke tanah air.
"Kami mengapresiasi komitmen
seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam rapat koordinasi ini. Sinergi
antara BP3MI, BDI, dan P3MI menjadi kunci dalam menyiapkan calon pekerja migran
Indonesia yang kompeten, profesional, dan siap bersaing di pasar kerja
internasional. Melalui kolaborasi yang kuat, kami berharap pelindungan terhadap
pekerja migran Indonesia dapat diwujudkan secara menyeluruh, mulai dari sebelum
penempatan, selama bekerja di negara tujuan, hingga setelah kembali ke tanah
air sesuai amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017," tutup Dr. Arman
Muis.
Rapat koordinasi ini menghasilkan
komitmen bersama untuk mempercepat implementasi Program SMK Go Global sehingga
target penempatan pekerja migran Indonesia tahun 2026 dapat tercapai secara
optimal melalui lulusan SMK yang kompeten, tersertifikasi, dan siap bekerja di
pasar kerja global.