Jakarta, BP3MI DKI Jakarta (21/7) – Balai Pelayanan Pelindungan
Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) DKI Jakarta memfasilitasi pelaksanaan seleksi
wawancara bagi kandidat Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) Program
Government to Government (G to G) Perawat Jerman Batch VIII Tahun 2026 yang
berlangsung pada 21–24 Juli 2026 di Kantor BP3MI DKI Jakarta.
Kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan seleksi nasional
yang dilaksanakan pada 21–31 Juli 2026 di seluruh BP3MI. Khusus di BP3MI DKI
Jakarta, proses wawancara diikuti oleh 145 kandidat, dengan pelaksanaan
wawancara tatap muka pada 21–23 Juli 2026 dan wawancara daring pada 24 Juli
2026. Empat pewawancara dari Jerman hadir secara langsung untuk melakukan
penilaian terhadap para kandidat pada sesi wawancara tatap muka.
Kepala BP3MI DKI Jakarta, Dr. Arman Muis, S.H., S.I.K., M.M.,
M.H., menegaskan bahwa BP3MI DKI Jakarta berkomitmen memastikan seluruh tahapan
seleksi berjalan profesional, transparan, dan sesuai prosedur guna menghasilkan
calon pekerja migran Indonesia yang kompeten.
"Melalui fasilitasi seleksi wawancara Program G to G
Perawat Jerman ini, BP3MI DKI Jakarta memastikan setiap tahapan seleksi
berlangsung tertib, transparan, dan sesuai standar yang telah ditetapkan. Kami
berharap para kandidat dapat menunjukkan kompetensi terbaiknya sehingga mampu
lolos seleksi dan menjadi tenaga profesional yang siap bekerja di Jerman serta
membawa nama baik Indonesia," ujar Dr. Arman Muis.
Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan, BP3MI DKI
Jakarta menyiapkan ruang wawancara, fasilitas pendukung, jaringan internet yang
stabil untuk sesi daring, serta petugas yang bertugas mengelola absensi dan
mengatur alur peserta. Kegiatan juga diawali dengan meet and greet (courtesy
call) antara Direktorat Penempatan Pemerintah (DirPP), tim pewawancara, German
Corporation for International Cooperation (GIZ) Jerman, dan jajaran pimpinan BP3MI DKI Jakarta
sebelum proses wawancara dimulai.
Melalui fasilitasi ini, BP3MI DKI Jakarta terus mendukung
pelaksanaan Program G to G Jerman sebagai salah satu jalur penempatan pekerja
migran Indonesia yang aman, legal, dan berkualitas, sekaligus memberikan
pelayanan terbaik bagi seluruh peserta selama proses seleksi berlangsung.