Jakarta, BP3MI DKI Jakarta (2/9)
– Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) DKI Jakarta
melaksanakan fasilitasi keberangkatan 4 (empat) Calon Pekerja Migran Indonesia
Program Special Placement Program to Taiwan (SP2T) sektor Operator
Produksi melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, pada hari Rabu (2/9/2026),
menuju negara penempatan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan
sebagai bentuk pendampingan BP3MI DKI Jakarta untuk memastikan kesiapan serta
kelancaran proses keberangkatan Calon Pekerja Migran Indonesia sebelum memulai
perjalanan menuju negara penempatan.
Dalam pelaksanaannya, petugas
BP3MI DKI Jakarta memberikan pendampingan terkait proses keberangkatan,
melakukan pemeriksaan dokumen perjalanan, serta memastikan para Calon Pekerja
Migran Indonesia memahami tahapan dan ketentuan yang perlu diperhatikan selama
perjalanan menuju negara penempatan.
Selain itu, para Calon Pekerja
Migran Indonesia juga diberikan arahan untuk senantiasa menjaga keselamatan,
mematuhi ketentuan dan peraturan yang berlaku, serta menjaga nama baik bangsa
Indonesia selama bekerja dan berada di negara penempatan.
Kepala Balai Pelayanan
Pelindungan Pekerja Migran Indonesia DKI Jakarta, Kombes Pol. Dr. Arman
Muis, S.H., S.I.K., M.M., M.H., menyampaikan bahwa fasilitasi keberangkatan
merupakan bagian dari upaya BP3MI DKI Jakarta dalam memastikan setiap Calon
Pekerja Migran Indonesia memperoleh pendampingan sejak sebelum keberangkatan
hingga menuju negara penempatan.
“BP3MI DKI Jakarta terus
berkomitmen untuk memberikan pelayanan dan pendampingan kepada Calon Pekerja
Migran Indonesia, termasuk dalam proses keberangkatan. Kami ingin memastikan
seluruh proses berjalan dengan baik, dokumen perjalanan telah sesuai, serta
para Calon Pekerja Migran Indonesia memahami hal-hal yang perlu diperhatikan
selama perjalanan dan bekerja di negara penempatan,” ujar Dr. Arman Muis.
Dr.Arman Muis juga berpesan agar
para Calon Pekerja Migran Indonesia dapat menjaga diri, bekerja secara
profesional, mematuhi peraturan yang berlaku, serta membawa nama baik Indonesia
selama berada di luar negeri.
“Kami berharap para Calon Pekerja
Migran Indonesia dapat memanfaatkan kesempatan bekerja di luar negeri dengan
sebaik-baiknya. Tingkatkan kompetensi, jaga integritas, patuhi aturan, dan
tunjukkan bahwa sumber daya manusia Indonesia mampu bekerja secara profesional
dan memiliki daya saing di tingkat internasional,” tambahnya.
Fasilitasi keberangkatan Program
SP2T sektor Operator Produksi tersebut berjalan dengan aman dan lancar. Seluruh
Calon Pekerja Migran Indonesia telah mendapatkan pendampingan hingga
menyelesaikan proses keberangkatan melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta
menuju negara penempatan.