Jakarta, BP3MI DKI Jakarta (13/9)
— Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) DKI Jakarta
melaksanakan fasilitasi pendampingan keberangkatan 35 Pekerja Migran Indonesia
melalui skema Special Placement Program to Taiwan (SP2T) menuju Bandara
Internasional Soekarno-Hatta, Minggu (13/9/26). Kegiatan ini merupakan bagian
dari pelayanan keberangkatan guna memastikan proses penempatan berlangsung
aman, tertib, dan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Sebanyak 35 Pekerja Migran
Indonesia tersebut telah menyelesaikan pemenuhan dokumen, Orientasi Pra
Pemberangkatan (OPP), serta E-KPMI di BP3MI DKI Jakarta. Sebagai penguatan
pemahaman sebelum keberangkatan, BP3MI DKI Jakarta juga telah melaksanakan OPP
parsial pada Jumat, 11 September 2026, dengan materi mengenai Perjanjian Kerja
serta peraturan perundang-undangan di negara tujuan penempatan.
Melalui pembekalan tersebut, para
Pekerja Migran Indonesia diberikan pemahaman mengenai hak dan kewajiban Pekerja
Migran Indonesia maupun pemberi kerja selama masa kontrak kerja. Para Pekerja
Migran Indonesia juga diharapkan dapat mematuhi peraturan perundang-undangan
dan ketentuan yang berlaku di Taiwan, bekerja secara profesional sesuai
Perjanjian Kerja, serta senantiasa menjaga etika dan nama baik bangsa
Indonesia.
Sebelum keberangkatan, Kepala
BP3MI DKI Jakarta Kombes Pol. Dr. Arman Muis, S.H., S.I.K., M.M., M.H., turut
memberikan pengarahan kepada para Pekerja Migran Indonesia. Ia berpesan agar
para Pekerja Migran Indonesia senantiasa menjaga kedisiplinan, semangat, serta
memiliki mental yang tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan selama bekerja
di luar negeri.
“Saya berpesan kepada seluruh
Pekerja Migran Indonesia untuk selalu menjaga disiplin, semangat, dan memiliki
mental yang tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan selama bekerja di luar
negeri. Jalankan pekerjaan dengan sungguh-sungguh, patuhi peraturan yang
berlaku, dan laksanakan seluruh ketentuan dalam Perjanjian Kerja. Dengan
demikian, tujuan bekerja di luar negeri untuk meningkatkan kesejahteraan diri
dan keluarga dapat tercapai,” ujar Dr. Arman
Muis.
Dalam proses fasilitasi
keberangkatan, tim BP3MI DKI Jakarta berkoordinasi dengan Direktorat Penempatan
Nonpemerintah pada Pemberi Kerja Berbadan Hukum serta P4MI Bandara
Internasional Soekarno-Hatta untuk memastikan kelengkapan dan kesesuaian
dokumen perjalanan maupun dokumen penempatan. Koordinasi tersebut dilakukan
agar seluruh tahapan keberangkatan dapat berjalan dengan lancar.
Sebanyak Pekerja Migran Indonesia
ini merupakan batch pertama penempatan pada sektor hospitality melalui
skema SP2T. Proses penempatan tersebut difasilitasi melalui kolaborasi
pemerintah bersama Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei,
Direktorat Penempatan Nonpemerintah pada Pemberi Kerja Berbadan Hukum, dan
BP3MI DKI Jakarta.
Pelaksanaan fasilitasi
keberangkatan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar. Kegiatan ini menjadi
bagian dari komitmen BP3MI DKI Jakarta dalam memberikan pelayanan dan
pelindungan kepada Pekerja Migran Indonesia sejak tahap sebelum keberangkatan
hingga proses penempatan di negara tujuan.