Jakarta, BP3MI DKI Jakarta
(28/7) – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) DKI
Jakarta berpartisipasi dalam kegiatan Talk Show dan Job Fair yang
diselenggarakan oleh Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Kota
Jakarta Timur di Gelanggang Olahraga Ciracas, Selasa (28/7/2026). Kegiatan ini
menjadi wadah untuk memperluas akses informasi ketenagakerjaan sekaligus
memberikan edukasi mengenai peluang bekerja ke luar negeri secara aman dan
prosedural.
Kegiatan diikuti oleh 37 peserta
yang terdiri atas perusahaan swasta, BUMN, BUMD, BPJS Ketenagakerjaan, LPK
Gakkou Citra Persada, serta Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia
(P3MI) Crystal Biru Meuligo. Turut hadir Asisten Perekonomian dan Pembangunan
Kota Jakarta Timur Fauzi yang mewakili Wali Kota Jakarta Timur, Anggota DPRD
Provinsi DKI Jakarta Komisi B Muhammad Al Fatih, Kepala Bidang Penempatan Dinas
Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Provinsi DKI Jakarta Taufik yang mewakili
Kepala Dinas, serta Kepala Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi
Kota Jakarta Timur Sunjaya.
Membuka kegiatan, Kepala Suku
Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Kota Jakarta Timur, Sunjaya,
menyampaikan bahwa penyelenggaraan job fair diharapkan mampu menjadi
jembatan yang mempertemukan pencari kerja dengan pemberi kerja, baik di dalam
maupun luar negeri, sehingga dapat menekan angka pengangguran, khususnya di
wilayah Jakarta Timur.
"Melalui penyelenggaraan Job
Fair ini, kami berharap semakin banyak pencari kerja yang memperoleh kesempatan
bekerja sesuai kompetensinya, baik di dalam maupun di luar negeri. Hingga tahun
2025, Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Kota Jakarta Timur telah
menyelenggarakan job fair di dua lokasi dengan realisasi penempatan kerja
mencapai sekitar 6.700 orang. Capaian ini menjadi motivasi untuk terus
memperluas akses kesempatan kerja bagi masyarakat."
Dalam kesempatan yang sama, Kepala
Bidang Penempatan Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Provinsi DKI
Jakarta, Taufik, menekankan pentingnya sinergi antarlembaga dalam mengatasi
pengangguran melalui perluasan kesempatan kerja, termasuk peluang bekerja di
luar negeri.
"Penanganan pengangguran
memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Kerja sama dengan
Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia menjadi langkah strategis
untuk membuka lebih banyak peluang kerja di luar negeri. Selain memberikan kesempatan
bekerja, penempatan ke luar negeri juga menjadi sarana peningkatan kompetensi
dan keterampilan tenaga kerja Indonesia agar mampu bersaing di tingkat
global."
Kegiatan juga diisi dengan sesi talk
show bertema "Peluang Kerja Luar Negeri dan Migrasi Aman" yang
menghadirkan Pengantar Kerja Ahli Madya BP3MI DKI Jakarta, Adhitya Himawan,
sebagai narasumber.
Dalam paparannya, Adhitya Himawan
menjelaskan bahwa bekerja ke luar negeri tidak hanya memberikan manfaat
ekonomi, tetapi juga menjadi sarana peningkatan kualitas sumber daya manusia
Indonesia melalui transfer pengetahuan dan pengalaman kerja.
"Bekerja ke luar negeri
bukan hanya tentang memperoleh penghasilan, tetapi juga menjadi kesempatan
untuk memperoleh transfer of knowledge dan pengalaman kerja internasional.
Ketika kembali ke Indonesia, pekerja migran Indonesia diharapkan mampu membawa
kompetensi, keterampilan, dan etos kerja yang dapat meningkatkan daya saing
tenaga kerja nasional."
Ia juga mengajak masyarakat untuk
memahami pentingnya Gerakan Nasional Migran Aman sebagai upaya mendorong
penempatan pekerja migran Indonesia secara prosedural dan mencegah tindak
pidana perdagangan orang (TPPO).
Tim BP3MI DKI Jakarta turut
memberikan informasi mengenai berbagai skema penempatan pekerja migran
Indonesia, di antaranya program Government to Government (G to G), Special
Placement Program to Taiwan (SP2T), serta Specified Skilled Worker (SSW).
Para pencari kerja juga diarahkan untuk memperoleh informasi resmi mengenai
peluang kerja luar negeri melalui Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja
Migran Indonesia (SISKOP2MI). Antusiasme masyarakat terlihat tinggi dalam
mencari informasi mengenai kesempatan bekerja di luar negeri.
Melalui partisipasi dalam
kegiatan ini, BP3MI DKI Jakarta berharap masyarakat semakin memahami bahwa
peluang kerja tidak hanya tersedia di dalam negeri, tetapi juga terbuka luas di
berbagai negara tujuan penempatan. Dengan memilih jalur yang aman dan prosedural,
bekerja ke luar negeri diharapkan dapat menjadi salah satu solusi dalam
meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendukung upaya pengurangan
angka pengangguran di Indonesia