Jakarta, BP3MI DKI Jakarta (29/8)
– Sebanyak kurang lebih 700 mahasiswa Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI
mengikuti Seminar Nasional bertajuk “YOUTH GLOBAL READINESS: Membangun
Talenta Muda untuk Karier Global, Literasi Pajak, dan Entrepreneurship Inovatif
di Era Disrupsi” di Candi Bentar Hall, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkuat kesiapan generasi muda dalam
menghadapi perkembangan dunia kerja sekaligus membuka wawasan mengenai peluang
karier di tingkat global..
Kegiatan yang dipandu oleh Dr.
Dedy Kusna Utama, S.Sos., M.A., selaku Direktur Kemitraan dan Pengembangan
Usaha, tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur pemerintah dan
perguruan tinggi. Salah satunya adalah Kepala Balai Pelayanan Pelindungan
Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) DKI Jakarta, Kombes Pol. Dr. Arman Muis, S.H.,
S.I.K., M.M., M.H., yang membahas kesiapan generasi muda dalam menghadapi
peluang kerja global.
Dalam paparannya, Dr.Arman Muis
menekankan bahwa terbukanya peluang kerja internasional harus diiringi dengan
kesiapan kompetensi dan keterampilan yang memadai. Ia juga memperkenalkan
Program SMK Go Global sebagai salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan
kompetensi dan daya saing generasi muda Indonesia.
“Generasi muda Indonesia harus
mempersiapkan diri untuk menghadapi peluang dan persaingan kerja global dengan
meningkatkan kompetensi, keterampilan, kemampuan bahasa, serta kesiapan
profesional. Melalui Program SMK Go Global, pemerintah terus mendorong lahirnya
sumber daya manusia Indonesia yang kompeten, berdaya saing, dan siap
memanfaatkan peluang kerja di tingkat internasional,” ujar Arman Muis.
Pentingnya kesiapan generasi muda
tersebut juga menjadi perhatian Institut STIAMI. Rektor Institut STIAMI, Prof.
Dr. Hj. Sylvia Murni, S.H., M.Si., dalam sambutan sekaligus pembukaan resmi
seminar, menilai bahwa mahasiswa perlu memiliki perspektif yang luas untuk
menghadapi perubahan dan tuntutan global.
“Kami berharap kegiatan ini dapat
membuka wawasan dan memberikan perspektif baru bagi mahasiswa dalam menghadapi
globalisasi. Generasi muda harus memiliki kemampuan untuk bersaing secara
global, namun tetap memiliki karakter Indonesia serta kepedulian terhadap
masyarakat dan bangsa,” ujar Sylvia Murni.
Sejalan dengan hal tersebut, Dr.
Muh Fachri, S.STP., M.Si., selaku Direktur Jenderal Pemberdayaan Kementerian
Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), yang hadir mewakili Menteri
Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), menyoroti pentingnya membangun
talenta muda yang mampu memenuhi kebutuhan pasar kerja global.
Dalam Keynote Speech-nya,
Muh Fachri mengapresiasi tema “Youth Global Readiness” yang dinilai
relevan dengan tantangan ketenagakerjaan saat ini. Menurutnya, potensi bonus
demografi Indonesia perlu diikuti dengan peningkatan kualitas dan kompetensi
sumber daya manusia agar mampu menjadi kekuatan dalam menghadapi persaingan
global.
“Tema Youth Global Readiness
sangat relevan dengan tantangan yang kita hadapi saat ini. Indonesia memiliki
potensi besar melalui bonus demografi, dan potensi tersebut harus dipersiapkan
dengan peningkatan kualitas serta kompetensi agar mampu menjawab kebutuhan
pasar kerja global,” ujar Muh Fachri.
Ia menambahkan, tuntutan terhadap
talenta global kini semakin kompleks. Penguasaan kompetensi teknis perlu
berjalan beriringan dengan kemampuan bahasa, literasi digital dan kecerdasan
buatan, serta soft skills yang mendukung kemampuan beradaptasi di
lingkungan kerja internasional.
“Talenta global yang terpercaya
harus memiliki kombinasi antara kompetensi teknis, kemampuan bahasa, literasi
digital dan kecerdasan buatan, serta soft skills. Seluruh kemampuan tersebut
menjadi bekal penting bagi generasi muda Indonesia untuk dapat bersaing dan
memenuhi kebutuhan pasar kerja global,” jelasnya.
Pesan tersebut mendapat respons
antusias dari mahasiswa Institut STIAMI yang aktif berdiskusi dengan para
narasumber. Berbagai pertanyaan mengenai peluang karier global, kompetensi yang
dibutuhkan dunia kerja, hingga kesiapan menghadapi perkembangan teknologi
menunjukkan bahwa generasi muda semakin menyadari pentingnya mempersiapkan diri
sejak dini untuk memasuki persaingan kerja yang semakin terbuka.
Seminar Nasional “YOUTH GLOBAL
READINESS” pun menjadi salah satu ruang kolaborasi antara pemerintah dan
dunia pendidikan dalam membangun talenta muda Indonesia. Tidak hanya diarahkan
untuk memiliki kemampuan profesional, generasi muda juga didorong untuk
memiliki karakter, kemampuan beradaptasi, serta kesiapan memanfaatkan peluang
kerja global secara kompeten dan bertanggung jawab.