• DKI Jakarta
  • +62811-9900-048
  • bp3mi.dkijakarta@kp2mi.go.id
  • BP3MI Jakarta
  • Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia – Jakarta

Berita

img BP3MI DKI
03-Sep-2026 10:43:19

BP3MI DKI Jakarta dan KP2MI Dorong 700 Mahasiswa Institut STIAMI Siap Bersaing Secara Global

Jakarta, BP3MI DKI Jakarta (29/8) – Sebanyak kurang lebih 700 mahasiswa Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI mengikuti Seminar Nasional bertajuk “YOUTH GLOBAL READINESS: Membangun Talenta Muda untuk Karier Global, Literasi Pajak, dan Entrepreneurship Inovatif di Era Disrupsi” di Candi Bentar Hall, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (29/8/2026). Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkuat kesiapan generasi muda dalam menghadapi perkembangan dunia kerja sekaligus membuka wawasan mengenai peluang karier di tingkat global..

Kegiatan yang dipandu oleh Dr. Dedy Kusna Utama, S.Sos., M.A., selaku Direktur Kemitraan dan Pengembangan Usaha, tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur pemerintah dan perguruan tinggi. Salah satunya adalah Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) DKI Jakarta, Kombes Pol. Dr. Arman Muis, S.H., S.I.K., M.M., M.H., yang membahas kesiapan generasi muda dalam menghadapi peluang kerja global.

Dalam paparannya, Dr.Arman Muis menekankan bahwa terbukanya peluang kerja internasional harus diiringi dengan kesiapan kompetensi dan keterampilan yang memadai. Ia juga memperkenalkan Program SMK Go Global sebagai salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kompetensi dan daya saing generasi muda Indonesia.

“Generasi muda Indonesia harus mempersiapkan diri untuk menghadapi peluang dan persaingan kerja global dengan meningkatkan kompetensi, keterampilan, kemampuan bahasa, serta kesiapan profesional. Melalui Program SMK Go Global, pemerintah terus mendorong lahirnya sumber daya manusia Indonesia yang kompeten, berdaya saing, dan siap memanfaatkan peluang kerja di tingkat internasional,” ujar Arman Muis.

Pentingnya kesiapan generasi muda tersebut juga menjadi perhatian Institut STIAMI. Rektor Institut STIAMI, Prof. Dr. Hj. Sylvia Murni, S.H., M.Si., dalam sambutan sekaligus pembukaan resmi seminar, menilai bahwa mahasiswa perlu memiliki perspektif yang luas untuk menghadapi perubahan dan tuntutan global.

“Kami berharap kegiatan ini dapat membuka wawasan dan memberikan perspektif baru bagi mahasiswa dalam menghadapi globalisasi. Generasi muda harus memiliki kemampuan untuk bersaing secara global, namun tetap memiliki karakter Indonesia serta kepedulian terhadap masyarakat dan bangsa,” ujar Sylvia Murni.

Sejalan dengan hal tersebut, Dr. Muh Fachri, S.STP., M.Si., selaku Direktur Jenderal Pemberdayaan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), yang hadir mewakili Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), menyoroti pentingnya membangun talenta muda yang mampu memenuhi kebutuhan pasar kerja global.

Dalam Keynote Speech-nya, Muh Fachri mengapresiasi tema “Youth Global Readiness” yang dinilai relevan dengan tantangan ketenagakerjaan saat ini. Menurutnya, potensi bonus demografi Indonesia perlu diikuti dengan peningkatan kualitas dan kompetensi sumber daya manusia agar mampu menjadi kekuatan dalam menghadapi persaingan global.

“Tema Youth Global Readiness sangat relevan dengan tantangan yang kita hadapi saat ini. Indonesia memiliki potensi besar melalui bonus demografi, dan potensi tersebut harus dipersiapkan dengan peningkatan kualitas serta kompetensi agar mampu menjawab kebutuhan pasar kerja global,” ujar Muh Fachri.

Ia menambahkan, tuntutan terhadap talenta global kini semakin kompleks. Penguasaan kompetensi teknis perlu berjalan beriringan dengan kemampuan bahasa, literasi digital dan kecerdasan buatan, serta soft skills yang mendukung kemampuan beradaptasi di lingkungan kerja internasional.

“Talenta global yang terpercaya harus memiliki kombinasi antara kompetensi teknis, kemampuan bahasa, literasi digital dan kecerdasan buatan, serta soft skills. Seluruh kemampuan tersebut menjadi bekal penting bagi generasi muda Indonesia untuk dapat bersaing dan memenuhi kebutuhan pasar kerja global,” jelasnya.

Pesan tersebut mendapat respons antusias dari mahasiswa Institut STIAMI yang aktif berdiskusi dengan para narasumber. Berbagai pertanyaan mengenai peluang karier global, kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja, hingga kesiapan menghadapi perkembangan teknologi menunjukkan bahwa generasi muda semakin menyadari pentingnya mempersiapkan diri sejak dini untuk memasuki persaingan kerja yang semakin terbuka.

Seminar Nasional “YOUTH GLOBAL READINESS” pun menjadi salah satu ruang kolaborasi antara pemerintah dan dunia pendidikan dalam membangun talenta muda Indonesia. Tidak hanya diarahkan untuk memiliki kemampuan profesional, generasi muda juga didorong untuk memiliki karakter, kemampuan beradaptasi, serta kesiapan memanfaatkan peluang kerja global secara kompeten dan bertanggung jawab.

 

logo
  • DKI Jakarta
  • +62811-9900-048
  • bp3mi.dkijakarta@kp2mi.go.id