Jakarta, BP3MI DKI Jakarta
(13/9)— Sebanyak 60 peserta mengikuti kegiatan penutupan setelah
menyelesaikan Pelatihan dan Sertifikasi Plate Welder 3G di Aula Balai Diklat
Industri Jakarta, Minggu (13/9/2026). Pelatihan yang merupakan bagian dari
Program SMK Go Global ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan
kompetensi peserta di bidang pengelasan sekaligus mempersiapkan mereka dalam
mengakses peluang kerja, termasuk peluang penempatan kerja di luar negeri.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh
Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri (P3KLN)
KP2MI Dwi Setiawan Susanto, Direktur Penempatan Nonpemerintah pada Pemberi
Kerja Perseorangan Farid Maruf, Kepala Balai Diklat Industri Jakarta Ali
Khomaini, serta Kepala BP3MI DKI Jakarta Dr. Arman Muis.
Dalam sambutannya, Direktur
Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri (P3KLN) KP2MI Dwi
Setiawan Susanto menyampaikan apresiasi atas terlaksananya pelatihan dan
sertifikasi yang telah diikuti oleh para peserta. Ia menilai tahapan pelatihan
telah berjalan dengan baik dan menjadi bekal penting sebelum peserta memasuki
tahapan selanjutnya.
“Pelaksanaan program pelatihan
dan sertifikasi ini telah berjalan dengan baik. Setelah menyelesaikan tahapan
pelatihan dan sertifikasi, peserta selanjutnya akan memasuki tahapan penempatan
sesuai dengan kompetensi yang dimiliki dan kebutuhan negara tujuan. Kami juga
mengapresiasi Balai Diklat Industri Jakarta yang telah melaksanakan pelatihan
welder secara kompeten dan profesional,” ujar Dwi.
Sementara itu, Direktur
Penempatan Nonpemerintah pada Pemberi Kerja Perseorangan Farid Maruf menekankan
pentingnya kesiapan peserta dalam mengikuti seluruh tahapan proses penempatan
sebagai Pekerja Migran Indonesia.
“Kesiapan harus dibangun sejak
awal, mulai dari persiapan, pemenuhan dokumen, hingga proses penempatan.
Seluruh tahapan tersebut harus diikuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku
agar proses penempatan dapat berjalan dengan baik dan Pekerja Migran Indonesia
dapat bekerja secara aman dan terlindungi,” tutur Farid.
Senada dengan hal tersebut,
Kepala Balai Diklat Industri Jakarta Ali Khomaini menyampaikan bahwa pelatihan
dan sertifikasi yang telah diberikan diharapkan dapat meningkatkan kompetensi
sekaligus kesiapan peserta untuk memasuki dunia kerja.
“Program pelatihan dan
sertifikasi ini memberikan manfaat dalam meningkatkan kompetensi dan kesiapan
peserta, khususnya di bidang pengelasan. Balai Diklat Industri Jakarta
berkomitmen untuk terus mendukung program peningkatan kompetensi yang dapat
memperluas akses dan peluang kerja, termasuk bagi Calon Pekerja Migran
Indonesia,” ungkap Ali.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala
BP3MI DKI Jakarta Dr. Arman Muis, S.H., S.I.K., M.M., M.H., juga menyampaikan perkembangan peserta
pelatihan yang telah mendapatkan fasilitasi dari Perusahaan Penempatan Pekerja
Migran Indonesia untuk menuju proses penempatan di sejumlah negara.
“Sampai dengan saat ini, sudah
terdapat peserta pelatihan yang difasilitasi oleh Perusahaan Penempatan Pekerja
Migran Indonesia. Untuk penempatan ke Turki melalui PT Artomoro Abadi Rejeki
sebanyak 33 peserta, Polandia melalui PT Satria Abdi Persada sebanyak 19
peserta, serta Taiwan melalui PT Bahana sebanyak 2 peserta,” jelas Dr. Arman
Muis.
Selain penutupan pelatihan dan
sertifikasi, kegiatan juga diisi dengan sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR)
dan edukasi pra-penempatan yang disampaikan oleh Farid Maruf. Sosialisasi
tersebut memberikan pemahaman kepada peserta mengenai dukungan pemerintah dalam
memenuhi kebutuhan pembiayaan selama proses penempatan ke luar negeri.
Pemerintah melalui program KUR
memberikan fasilitas pembiayaan yang diharapkan dapat membantu Calon Pekerja
Migran Indonesia dalam memenuhi kebutuhan biaya proses penempatan. Dukungan
pembiayaan tersebut menjadi salah satu upaya untuk memberikan kemudahan bagi
calon pekerja yang akan mengikuti proses penempatan secara resmi.
Dukungan terhadap program
tersebut juga disampaikan oleh Jaeni Miftah selaku Pemimpin Divisi Bisnis Mikro
1 Bank Jakarta. Ia menyampaikan dukungan Bank Jakarta dalam penyediaan
fasilitas KUR bagi Calon Pekerja Migran Indonesia sebagai salah satu bentuk dukungan
pembiayaan dalam proses penempatan Pekerja Migran Indonesia.
Melalui pelatihan dan sertifikasi
Plate Welder 3G tersebut, para peserta diharapkan tidak hanya memiliki
keterampilan teknis yang semakin baik, tetapi juga kesiapan untuk mengikuti
tahapan penempatan kerja di luar negeri sesuai dengan bidang keahlian, kompetensi,
dan kebutuhan negara tujuan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi
bentuk kolaborasi dalam memperkuat kompetensi sumber daya manusia Indonesia dan
memperluas akses terhadap peluang kerja luar negeri yang aman, terarah, dan
sesuai dengan ketentuan yang berlaku.